Selasa, 28 November 2017

LIMBAH INDUSTRI TEKSTIL

MENGIDENTIFIKASI LIMBAH
INDUSTRI TEKSTIL


Hingga saat ini perkembangan industri di Indonesia telah berkembang dengan cepat dan cukup signifikan, hal ini dikarenakan pemerintah terus mendorong pertumbuhan industri untuk menopang perekonomian Indonesia. Salah satu industri yang banyak dijumpai di Indonesia adalah industri tekstil, karena bahan dan material nya mudah ditemui di Indonesia.
          Kata “tekstil” berasal dari Bahasa latin (Bahasa Yunani kuno), yaitu kata “texere” yang berarti menenun, yaitu membuat kain dengan cara penyilangan atau penganyaman dua kelompok benang yang saling tegak lurus sehingga membentuk anyaman benang-benang yang disebut kain tenun. Selanjutnya kata kain tenun itu sendiri berubah menjadi tekstil atau bahan tekstil yang identik dengan pengertian bahan  pakaian karena pada umumnya kain tenun digunakan untuk bahan pakaian.
          Adanya proses industri tentunya akan menghasilkan limbah yang tidak sedikit, Berdasarkan karakteristiknya, limbah dibedakan menjadi tiga bagian, yaitu limbah cair, limbah padat, dan limbah gas. Berdasarkan nilai tambah nya limbah dibagi menjadi dua, yaitu limbah ekonomis dan limbah non ekonomis. Limbah ekonomis adalah limbah yang jika diolah menghasilkan nilai tambah atau dapat dijadikan suatu produk tertentu. Sedangkan, limbah non ekonomis adalah limbah yang memberikan dampak pencemaran dan kerusakan terhadap lingkungan.


Limbah Industri Tekstil
1)    Limbah cair
Pada tahapan pembuatan kain pada industri tekstil dapat menghasilkan limbah dalam bentuk cair, ini terjadi pada tahapan pemberian warna yang memerlukan bahan kimia beserta air sebagai media pelarut. Limbah ini tergolong dalam limbah cair yang merupakan senyawa kimia sintetis, senyawa kimia sintetis ini jika terkena lingkungan sekitar mempunyai pengaruh yang kuat dalam merusak ekosistem. Zat warna tekstil merupakan semua zat warna yang mempunyai kemampuan untuk diserap oleh serat tekstil.
Proses pewarnaan dan pembilasan pada kain adalah sumber limbah cair utama, yang menghasilkan asam-basa, COD, BOD, padatan tersuspensi, dan zat-zat kimia.

2)    Limbah gas
Salah satu limbah yang dihasilkan dari beberapa proses pembuatan kain adalah limbah gas. Limbah dalam berbentuk gas yang terdiri dari senyawa kimia yang berbahaya bagi manusia maupun bagi lingkungan sekitar ini terbentuk dari proses pemasakan pada industri tekstil.

          Jadi, proses terbentuknya limbah sebagian besar diakibatkan karena adanya peran zat kimia yang menjadi bahan pokok dalam proses industry tekstil. Ada beberapa jenis-jenis limbah tekstil yang terdiri dari:
a.      Logam berat terutama As, Cd, Cr, Pb, Cu, Zn
b.     Hidrokarbon terhalogenasi (dari proses dressing dan finishing)
c.      Pigmen, zat warna, dan pelarut organic
d.     Surfaktan

Berbagai jenis limbah yang dihasilkan oleh industry tekstil tersebut jika tidak diolah dengan baik dan terkena lingkungan sekitar akan mengakibatkan kerusakan ekosistem alam pada suatu tempat akibat dari pencemaran limbah-limbah tersebut. Contohnya, jika limbah cair dari proses produksi kain tercampur dengan air sungai, maka akan menimbulkan akibat atau dampak seperti mati nya makhluk hidup di sungai tersebut, menurunnya kualitas perairan, kerusakan ekosistem sungai, dll.



Referensi:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

DESAIN FOR ENVIRONMENT

DESIGN FOR ENVIRONMENT (DFE) Desain untuk Lingkungan (DFE) adalah pendekatan desain untuk mengurangi dampak kesehatan dan lingkunga...

Pencemaran Air