MENGIDENTIFIKASI
LIMBAH
INDUSTRI TEKSTIL
INDUSTRI TEKSTIL
Hingga saat ini
perkembangan industri di Indonesia telah berkembang dengan cepat dan cukup
signifikan, hal ini dikarenakan pemerintah terus mendorong pertumbuhan industri
untuk menopang perekonomian Indonesia. Salah satu industri yang banyak dijumpai
di Indonesia adalah industri tekstil, karena bahan dan material nya mudah
ditemui di Indonesia.
Kata “tekstil” berasal dari Bahasa latin (Bahasa Yunani
kuno), yaitu kata “texere” yang berarti menenun, yaitu membuat kain dengan cara
penyilangan atau penganyaman dua kelompok benang yang saling tegak lurus
sehingga membentuk anyaman benang-benang yang disebut kain tenun. Selanjutnya
kata kain tenun itu sendiri berubah menjadi tekstil atau bahan tekstil yang
identik dengan pengertian bahan pakaian
karena pada umumnya kain tenun digunakan untuk bahan pakaian.
Adanya proses industri tentunya akan menghasilkan limbah
yang tidak sedikit, Berdasarkan karakteristiknya, limbah dibedakan menjadi tiga
bagian, yaitu limbah cair, limbah padat, dan limbah gas. Berdasarkan nilai
tambah nya limbah dibagi menjadi dua, yaitu limbah ekonomis dan limbah non
ekonomis. Limbah ekonomis adalah limbah yang jika diolah menghasilkan nilai
tambah atau dapat dijadikan suatu produk tertentu. Sedangkan, limbah non
ekonomis adalah limbah yang memberikan dampak pencemaran dan kerusakan terhadap
lingkungan.
Limbah
Industri Tekstil
1) Limbah cair
Pada
tahapan pembuatan kain pada industri tekstil dapat menghasilkan limbah dalam
bentuk cair, ini terjadi pada tahapan pemberian warna yang memerlukan bahan
kimia beserta air sebagai media pelarut. Limbah ini tergolong dalam limbah cair
yang merupakan senyawa kimia sintetis, senyawa kimia sintetis ini jika terkena
lingkungan sekitar mempunyai pengaruh yang kuat dalam merusak ekosistem. Zat
warna tekstil merupakan semua zat warna yang mempunyai kemampuan untuk diserap
oleh serat tekstil.
Proses
pewarnaan dan pembilasan pada kain adalah sumber limbah cair utama, yang
menghasilkan asam-basa, COD, BOD, padatan tersuspensi, dan zat-zat kimia.
2) Limbah gas
Salah
satu limbah yang dihasilkan dari beberapa proses pembuatan kain adalah limbah
gas. Limbah dalam berbentuk gas yang terdiri dari senyawa kimia yang berbahaya
bagi manusia maupun bagi lingkungan sekitar ini terbentuk dari proses pemasakan
pada industri tekstil.
Jadi, proses terbentuknya limbah sebagian besar diakibatkan
karena adanya peran zat kimia yang menjadi bahan pokok dalam proses industry
tekstil. Ada beberapa jenis-jenis limbah tekstil yang terdiri dari:
a.
Logam berat terutama As, Cd, Cr, Pb, Cu,
Zn
b.
Hidrokarbon terhalogenasi (dari proses dressing dan finishing)
c.
Pigmen, zat warna, dan pelarut organic
d.
Surfaktan
Berbagai
jenis limbah yang dihasilkan oleh industry tekstil tersebut jika tidak diolah
dengan baik dan terkena lingkungan sekitar akan mengakibatkan kerusakan
ekosistem alam pada suatu tempat akibat dari pencemaran limbah-limbah tersebut.
Contohnya, jika limbah cair dari proses produksi kain tercampur dengan air
sungai, maka akan menimbulkan akibat atau dampak seperti mati nya makhluk hidup
di sungai tersebut, menurunnya kualitas perairan, kerusakan ekosistem sungai,
dll.
Referensi:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar