Kamis, 26 Oktober 2017

PENCEMARAN AIR

UPAYA PENANGGULANGAN PENCEMARAN AIR




Air adalah salah satu aspek terpenting dalam kehidupan manusia, bahkan air sangat vital perannya bagi kelanjutan hidup semua makhluk hidup di dunia ini termasuk tumbuhan dan hewan. Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, Air adalah cairan jernih tidak berwarna, tidak berasa, dan tidak berbau yang terdapat dan diperlukan dalam kehidupan manusia, hewan, dan tumbuhan yang secara kimiawi mengandung hidrogen dan oksigen. Air di dunia ini memiliki jumlah yang sangat besar. Air bersumber dari alam, diantaranya dari laut, danau, sungai, dan air bawah tanah. Hal ini memiliki arti bahwa jumlah air di dunia ini tak terbatas, namun jika kita tidak menjaga dan melestarikannya maka sumber-sumber air tersebut akan tercemar yang dapat mengakibatkan berbagai macam kerugian.


PENCEMARAN AIR



     Pencemaran air merupakan terjadinya perubahan keadaan atau kondisi air pada suatu tempat dimana terdapat sumber air sebagai akibat atau dampak dari aktivitas manusia ataupun alam. Apa jadinya jika air yang menjadi tonggak kehidupan sehari-hari makhluk hidup tercemar? Tentunya akan menimbulkan berbagai dampak negatif bagi manusia itu sendiri maupun alam sekitarnya. Oleh Karena itu, marilah kita mengenal sumber-sumber pencemaran air yang dapat kita temui di kehidupan sehari-hari.

SUMBER PENCEMARAN AIR

           Banyak faktor yang mengakibatkan suatu sumber air tercemar. Faktor-faktor tersebut bisa dari faktor manusia maupun alam. Tetapi, secara keseluruhan faktor dari berbagai aktivitas manusia lah yang mengakibatkan air tercemar, diantaranya :


  •              Limbah Pabrik
           Dengan banyak didirikannya pabrik-pabrik di suatu wilayah tertentu, akan memberikan dampak negatif jika limbah hasil produksi pabrik tersebut tidak diolah dengan baik dan dibuang ke lingkungan. Limbah-limbah tersebut dapat berbentuk padat, cair maupun gas. Salah satu contohnya yaitu limbah cair pabrik yang dibuang ke sungai dapat mengakibatkan tercemarnya air dan menimbulkan kerusakan ekosistem. Mengapa bisa mengakibatkan kerusakan ekosistem air? Ekosistem air sangat beragam, diantaranya yaitu ikan, tumbuhan, fitoplankton, zooplankton, binatang amfibi, serta binatang-binatang air lainnya. Jika limbah tersebut bercampur dengan air, maka air akan berada dalam keadaan tercemar oleh zat-zat berbahaya yang dihasilkan dari limbah pabrik. Hal ini akan mengakibatkan kerusakan ekosistem air dan jika air tersebut digunakan ataupun dikonsumsi oleh manusia, maka akan menimbulkan penyakit bahkan kematian.


  • Limbah Rumah Tangga
      Limbah rumah tangga adalah limbah yang berasal dari dapur, kamar mandi, cucian, limbah indusri rumah tangga, dan kotoran manusia. Aktivitas-aktivitas rumah tangga tersebut dapat mencemari air jika limbah tersebut langsung disalurkan ke selokan. Karena, dalam limbah tersebut terdapat zat kimia yang sukar dihilangkan dan berbahaya bagi ekosistem air tersebut.


  • Limbah Pertanian dan Peternakan
         Aktivitas bertani ataupun beternak adalah salah satu kegiatan yang sering dilakukan oleh manusia yang bersifat positif. Namun, akan menjadi negatif bagi lingkungan sekitar terutama ekosistem air jika aktivitas tersebut dilakukan dengan tidak memperhatikan kelestarian lingkungan. Sebagai suatu contoh, aktivitas bertani yang menggunakan peptisida berlebihan akan menyebabkan pencemaran air, karena peptisida adalah bahan kimia yang buruk bagi kehidupan makhluk hidup di air. Ikan dan biota akuatik lainnya dapat megalami efek burul dari perairan yang terkontaminasi peptisida. Peptisida dapat terakumulasi di perairan dalam jangka panjang dan mampu membunuh zooplankton, sumber makanan dan penunjang habitat ikan, ini menyebabkan kematian ikan dalam jumlah besar dan akhirnya populasi ikan berkurang.


  • Limbah Sampah Plastik
     Sampah plastik merupakan bahan pencemar paling berbahaya bagi ekosistem air. Di Indonesia, terutama di kota-kota besar, kita dapat dengan mudah menemui sampah-sampah plastik di sungai ataupun laut sebagai akibat dari perilaku buruk manusia. Manusia menggunakan plastik hampir setiap saat, maka sampah hasil dari pemakaian plastik setiap harinya akan bertambah banyak karena berulang kali digunakan manusia di kehidupan sehari-hari. Namun perilaku buruk manusia membuang sampah ke sungai ataupun sumber-sumber air lainnya merupakan suatu kesalahan besar dan akan sangat merugikan. Sungai-sungai yang terkontaminasi dengan sampah plastik akan menjadi kotor dan berbau. Mengapa seperti itu? Hal ini diakibatkan oleh zat kimia yang terdapat dalam plastik tersebut telah tercampur dengan air sungai yang mengakibatkan rusaknya ekosistem air tersebut. Hal ini tentunya mengakibatkan sumber air tersebut tidak dapat dikonsumsi oleh manusia dan pada saat tertentu bisa menimbulkan banjir akibat tersumbatnya saluran air oleh sampah-sampah plastik tersebut.

CARA MENAGGULANGI

Bagaimana cara menanggulangi atau mengurangi pencemaran air akibat dari beberapa akivitas manusia tersebut? Mengapa kita harus mencari solusi untuk menjaga kelestarian ekosistem air? Apa yang harus dilakukan?... Air adalah aspek terpenting bagi kehidupan, oleh karena itu kita harus menjaga kelestariannya agar tetap terjaga dari pencemaran-pencemaran. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menjaganya, seperti:

a. Membuat sistem pengolahan limbah industri

      Membuat suau sistem pengolahan limbah industri adalah langkah yang tepat untuk mencegah       limbah hasil industri memberikan dampak negatif ke lingkungan. Ada beberapa sistem yang dapat       diterapkan, diantaranya sebagai berikut.

1) Sistem Lumpur Aktif
2) Sistem Trickling Filter
3) Sistem Rotating Biolocal Contactor (RBC)
4) Sistem Squencing Batch Reactor (SBR)
5) Sistem Kolam
6) Sistem Up-Flow Anaerobic Sludge Blanket (UASB)

b. Mengurangi pemakaian pestisida

    Solusinya yaitu dengan menggantinya ke penggunaan biopeptisida. Biopeptisida adalah produk-produk alam yang digunakan untuk mengontrol hama pada tanaman. Hal ini akan menghilangkan dampak negatif dari penggunaan peptisida untuk tanaman,

c. Mengolah limbah padat anorganik

        Pengolahan limbah padat anorganik yaitu dengan menggunakan 3R :

1.       Reuse

Reuse artinya menggunakan kembali sampah yang masih bisa dipakai untuk fungsi yang sama atau fungsi yang lain. Salah satu contohnya yaitu dalam penggunaan plastic belanjaan, hampr setiap hari nya manusia menggunakan plastic untuk membawa barang belanjaannya, akan lebih baik jika plastic tersebut digunakan berulang kali sehingga mengurangi sampah plastic yang dihasilkan setiap harinya.

2.       Reduce

Reduce artinya mengurangi penggunaan barang-barang yang hanya sekali pakai. Artinya, kita harus menggunakan barang-barang yang bisa di daur ulang, produk yang dapat diisi ulang, dan menghindari pembelian barang yang tidak diperlukan yang akan menjadi sampah pada akhirnya.

3.       Recycle

Recycle artinya mendaur ulang sampah menjadi benda-benda yang memiliki manfaat baru. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menggunakan produk-produk berbahan dasar seperti kertas ataupun plastik, kertas ataupun plastic setelah kita pakai dapat didaur ulang kembali menjadi barang-barang yang memiliki kegunaan yang sama ataupun berbeda.


Air adalah bagian terpenting dalam kehidupan kita sebagai makhluk hidup. Oleh karena itu, jagalah kelestarian air dan jagalah lingkungan sekitar agar kehidupan terus berjalan dengan baik dan ekosistem di alam ini terjaga. Tumbuhkan kesadaran Anda untuk memulai hidup yang lebih baik agar bumi beserta isinya dapat terus terjaga dengan baik. Sayangi lah alam sekitar kita makan alam akan menyayangi kita!









Daftar Pustaka :
·         https://kbbi.web.id/air
  https://rumahlia.com/tips-trik/info-dasar/cara-pengolahan-limbah-rumah-tangga
 https://ilmugeografi.com/ilmu-sosial/sistem-pengolahan-limbah-cair

DESAIN FOR ENVIRONMENT

DESIGN FOR ENVIRONMENT (DFE) Desain untuk Lingkungan (DFE) adalah pendekatan desain untuk mengurangi dampak kesehatan dan lingkunga...

Pencemaran Air