GREEN SCIENCE AND GREEN
TECHNOLOGY
Kita sebagai makhluk hidup di bumi ini sangat bergantung
kepada alam sekitar untuk bertahan hidup, maka dari itu untuk menjaga
kelestarian lingkungan diperlukan cara berfikir yang berkelanjutan dan ramah
lingkungan. Maka dari itu diperlukan
pemahaman mengenai green science and
green technology khususnya untuk para engineering
yang bergelut di bidang perindustrian.
Green science adalah ilmu yang sangat
berorientasi pada pemeliharaan kualitas lingkungan, pengurangan bahaya,
minimalisasi konsumsi sumber daya tak terbarukan, dan berkelanjutan secara
keseluruhan. Hal ini menunjukkan bahwa diperlukannya penerapan yang nyata agar
lingkungan sekitar tetap terjaga kelestariannya.
Dalam dunia
industri, kita mengenal adanya teknologi yang sehari-hari menjadi peran utama
untuk melakukan suatu proses produksi. Jika kita menggunakan teknologi yang
tidak ramah lingkungan, maka akan memberi dampak negatif terhadap lingkungan.
Maka dari itu, sudah seharusnya kita memikirkan tentang teknologi yang ramah
lingkungan (green technology) untuk
menjaga kualitas lingkungan dan mengurangi dampak negatif penggunaan teknologi
terhadap lingkungan.
Berikut ini adalah tujuan utama ilmu berkelanjutan dan
teknologi menurut Graedel dan Allenby yaitu sebagai berikut:
1. Pemeliharaan spesies manusia
2. Pembangunan berkelanjutan
3. Pemeliharaan keanekaragaman hayati
4. Kekayaan estetik
LIFE CYCLE ANALYSIS (LCA)
LCA adalah
suatu pendekatan yang digunakan untuk menganalisa dampak suatu produk ke
lingkungan dalam semua tahapannya selama siklus hidup produk. Secara umum, LCA
merupakan pendekatan untuk mengukur dampak lingkungan yang dikibatkan oleh
produk atau aktivitas mulai dari pengambilan raw material, proses produksi, penggunannya, dan pengelolaan sampah
atau limbahnya. Oleh karena itu, life
cycle analysis diperlukan untuk setiap produk yang akan digunakan oleh
masyarakat. Berikut ini adalah empat komponen utama dari LCA:
1 Determination of the scope of the
assessment
2. Inventory analysis of materials mass
and energy
3. Analysis of impact on the
environment, human health, and other potentially impacted
areas
4. Improvements analysis
PRINSIP DARI GREEN SCIENCE AND GREEN TECHNOLOGY
1. Dengan
kegiatan mereka saat ini, manusia akan menghabiskan sumber daya di bumi dan
merusak lingkungan sampai pada kondisi dimana keberadaan manusia di planet ini
akan terganggu secara serius atau bahkan menjadi tidak mungkin. Di masa lalu,
peradaban telah menurun dan seluruh populasi telah habis terdegradasi karena
mereka telah menghabiskan sistem lingkungan utama.
Hal ini mengartikan bahwa prinsip
pertama menjelaskan mengenai akibat dari setiap kegiatan manusia untuk memenuhi
kebutuhan sehari-hari dan bertahan hidup itu mengakibatkan kerusakan lingkungan
dan pengkikisan sumber daya alam yang ada, sehingga pada suatu waktu sumber
daya akan habis dan lingkungan akan rusak hingga bumi tempat manusia berpijak
ini akan habis.
2. Persamaan
di bawah ini menjelaskan beban, dan degradasi sistem pendukung
bumi ; kedua
faktor tersebut harus ditangani:
Beban = (jumlah orang) x (permintaan per orang)
Manusia menjadi beban tersendiri bagi
bumi, hal ini karena kehidupan manusia sangat bergantung kepada sumber daya
yang ada di bumi. Setiap hari segala jenis sumber daya yang ada digunakan oleh
manusia untuk beraktivitas.
3. Bahkan
dengan risiko bencana global, teknologi akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan
manusia; Oleh karena itu, teknologi harus dirancang dengan tujuan tidak menghasilkan
dampak terhadap lingkungan dan keberlanjutan maksimum.
Teknologi digunakan sehari-hari untuk
memenuhi kebutuhan hidup manusia. Maka dari itu, seharusnya teknologi dirancang
ramah lingkungan agar tidak memberikan dampak negatif terhadap lingkungan.
4. Dalam
pengakuan akan realitas dari prinsip ke-3, penting untuk mengenali anthrosphere
sebagai salah satu dari lima lapisan pada lingkungan.
Pengenalan anthrosphere sangat
penting dipelajari untuk realitas pada prinsip ke-3. Anthrosphere (kadang juga
disebut technospehere) adalah bagian dari lingkungan yang dibuat atau
dimodifikasi oleh manusia untuk digunakan dalam aktivitas manusia dan habitat
manusia. Ini adalah salah satu bidang dari Bumi.
5. Kunci
dari keberlanjutan adalah pengembangan sumber energi berlimpah yang digunakan
secara efisien yang memiliki atau tidak ada dampak lingkungan; sumber seperti
itu akan memerlukan keputusan dan kompromi yang sulit.
Pengembangan sumber energi berlimpah
harus terus diusahakan dan dilakukan penelitian agar dapat digunakan secara
efisen. Hal ini untuk mencapai tujuan keberlanjutan agar generasi masa depan
tidak terancam dan sumber daya tidak habis.
6. Iklim
yang kondusif bagi kehidupan di bumi harus dijaga
Iklim merupakan salah satu aspek
terpenting dalam kehidupan di bumi. Jika iklim yang ada berubah-ubah, maka
kehidupan akan sulit untuk menyesuaikan dengan perubahan iklim yang drastis dan
sering terjadi. Hal ini dapat diakibatkan oleh pencemaran yang terjadi di bumi.
7. Kapasitas
bumi untuk produktivitas biologis dan pangan harus dijaga dan ditingkatkan; ini
akan memerlukan pertimbangan interaksi kelima aspek lingkungan.
Produktivitas biologi dan pangan
memiliki peran yang sangat vital dalam menjaga produktivitas bumi. Karena,
faktor-faktor seperti ini akan selalu dibutuhkan oleh manusia maupun hewan atau
tumbuhan untuk bertahan hidup di bumi.
8. Permintaan
bahan harus dikurangi secara drastis dan bahan harus berasal dari sumber yang
berkelanjutan, dapat didaur ulang, dan bagi mereka yang masuk ke lingkungan
semula, dapat terdegradasi.
Untuk melakukan segala aktivitas
seperti produksi dan konsumsi, manusia menggunakan bahan dasar yang berbagai
macam jenisnya. Ada bahan dasar yang dapat didaur ulang dan ada juga yang sulit
untuk didaur ulang. Maka dari itu, untuk mewujudkan tujuan berkelanjutan,
seharusnya manusia sudah menggunakan bahan-bahan yang dapat didaur ulang dan
tidak merusak lingkungan.
9. Produksi
dan penggunaan zat beracun berbahaya dan persisten harus diminimalkan dan zat
semacam itu tidak boleh dibuang ke lingkungan.
Zat-zat yang memiliki sifat beracun
ataupun merusak penggunaannya harus diminimalkan bahkan sebaiknya tidak
digunakan, jika memang tetap harus digunakan maka setelah penggunaan limbahnya
tidak boleh dibuang ke lingkungan.
10. Kesejahteraan manusia harus diukur dari segi kualitas hidup,
bukan hanya perolehan harta benda. Ekonomi, sistem pemerintahan, kepercayaan,
dan gaya hidup harus mempertimbangkan lingkungan dan keberlanjutannya.
Sejahtera merupakan suatu hal yang
diinginkan oleh setiap manusia. Namun kesejahteraan yang seharusnya difahami
adalah bukan segala sesuatu yang berhubungan dengan kemewahan ataupun harta
benda, melainkan kesejahteraan dalam arti segala aspek di bumi ini terutama
lingkungan dapat terjaga dengan baik dan memiliki gaya hidup yang mencerminkan
keberlanjutan.
11. Resiko tidak mengambil resiko harus diketahui
Hal ini bermaksud manusia harus
mengambil resiko dari sikapnya yang tidak mengambil resiko dalam suatu
kegiatan. Contohnya, manusia harus mengambil resiko dengan hanya menggunakan
bahan-bahan yang dapat didaur ulang agar dapat menghindari resiko rusaknya
lingkungan.
12. Singkatnya, tujuannya adalah untuk mencapai keberlanjutan,
sebuah konsep dimana siswa dan masyarakat harus dididik. Meskipun keberlanjutan
akan memerlukan perubahan besar dalam sistem masyarakat, ilmuwan, insinyur, dan
akhirnya warga yang tercerahkan harus memimpin; tidak ada waktu bagi para
politisi dan nonscientists untuk mengambil keputusan.
Kesimpulannya adalah keberlanjutan
harus segera diwujudkan untuk menjaga kualitas bumi kita beserta isinya. Hal ini
diwujudkan dengan mendidik dan melatih mental semua orang agar memiliki prinsip
berkelanjutan demi tercapainya kesejahteraan Bersama.
REFERENSI:
·PPT
GREEN SCIENCE AND GREEN TECHNOLOGIES (ABDUL MALIK FIRDAUS,S.KEL.,M.I.L)